PENGANTAR

Juli 29, 2008

Situs ini sengaja dibuat untuk menjadi referensi bagi siapa yang keberatan dengan pembangunan BTS wilayahnya, khususnya di DKI Jakarta. Sampai dengan situs ini dibuat, kami, tujuh warga RT. 07/08 kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, masih was was kalau kalau BTS itu akhirnya didirikan. Meskipun tidak ada izin, seluruh PERALATAN DAN ANTENA BTS SUDAH ADA DI LOKASI hingga memicu keributan warga dengan pemilik.

Berbagai cara telah ditempuh, termasuk mengirimkan surat keberatan kepada Pemkot. Jakarta Utara dan terakhir dinas P2B DKI Jakarta, termasuk Telkomsel. Hanya Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang bisa menghentikan pembangunan BTS tersebut karena kami percaya KEBENARANLAH YANG BERBICARA.

Status terakhir, BTS itu tidak ada izin namun pemilik mengatakan izin akan tetao diurus. Padahal Pemda DKI menyatakan SUDAH TIDAK ADA LAGI IZIN BAGI PEMBANGUNAN MENARA BTS karena akan dibuat menara bersama.

Tujuan situs ini juga untuk membantu Pemkot Jakarta Utara serta Pemda Dki secara keseluruhan karena dari perjuangan kami mempertahankan hak hidup kami, kami menangkap ada ” dua kubu” di Pemda DKI yang saling bergesekan keras yakni Kelompok ” The Good Guys” and ”The Bad Guys”. Perkembangan ini jelas menggembirakan karena bagaimanapun fenomena ini menunjukkan bahwa Pemda DKI dan jajaran pemerintah lainnya sedang menuju kepada perubahan kearah ” Good Governance” yang transparan, adil serta mengayomi warganya jauh dari segala bentuk Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Tujuan lain dari situs ini adalah untuk memberi gambaran kepada kita semua mengenai tingkah polah kontraktor, operator, aparat pemerintah dibawah biasanya RT, RW dan Lurah yang cenderung TIDAK MEMIHAK WARGA. Mereka menganggap praktek praktek lama KASIH UANG HABIS PERKARA berlaku dimana mana ketika warga kerkeberatan dengan pembangunan BTS. Padahal kami BERBEDA. Kami bertujuh yang menolak BTS di lingkungan kami SAMA SEKALI TIDAK MENGINGINKAN KOMPENSASI UANG. Ini disebabkan karena menara BTS tersebut sangat membahayakan keselamatan kami karena AKAN DIPASANG di bangunan bertingkat tiga yang tidak laik bangun.

Situs ini sangat terbuka untuk dikomentari oleh siapapun yang ingin menyaksikan KEBENARAN selalu muncul asalkan kita memperjuangkannya. Masukan yang sangat diperlukan situs ini adalah terutama ANEKA PERATURAN TATA CARA PERIZINAN PEMBANGUNAN BTS.

Harapan kami, situs ini juga menjadi ajang komunikasi bagi warga yang keberatan dengan pembangunan BTS di daerahnya agar bisa dilakukan aksi bersama yang berdasarkan hukum dan aturan yang berlaku.


TIPS TOLAK BTS

Juli 29, 2008
  1. BENTUK KELOMPOK. Membentuk kelompok sangat penting. Untuk itu Anda harus nencari tahu. Kelompok harus diketuai oleh orang yang benar benar integritas yang tinggi, jujur semangat tinggi, tahu prosedur serta punya jaringan ke media. Media sangat penting agar suara anda dan rekan rekan sudah perjuangkan. Pejabat pemerintah biasanya berhati hati dengan langkahnya jika perjuangan Anda sudah diekspose rekan rekan media. Harap Anda ketahui, persetujuan warga disekitar BTS adalah ujung tombak penting bagi operator untuk melaksanakan niatnya.

  1. TEGAR DAN TETAP KOMPAK.Anda dan rekan rekan akan mendapat tekanan psikologis dari berbagai pihak, termasuk aneka gosip yang bertujuan menggoyahkan kekompakan kelompok Anda. Pengalaman kami, rumor rumor yang mengatakan si ini sudah dibayar dan dianu sudah setuju dengan kompensasi, bisa menimbulkan kecurigaan diantara anggota kelompok yang bisa mengarah pada perpecahan. Pastikan Anda dan teman teman tetap pada satu tujuan dengan terus menerus melakukan rapat koordinasi. Pastikan Anda dan teman teman melaporkan perkembangan dan merumuskan langkah langkah selanjutnya. Kami mengalami kejadian ini namun berkat ketegaran kami, gosip itu tidak mengendorkan semangat kami dalam memperjuangkan hak hidup kami.

  1. PASTIKAN RT TIDAK TANDATANGAN.Ketika Anda mendengar ada BTS akan dibangun ditempat Anda, segera lapor ke RT dan pastikan RT TIDAK menandatangani surat persetujuan warga. RT adalah ujung tombak bagi penolakan atau persetujuan pembangunan manara BTS.

  1. BUAT SURAT KEBERATAN KE PEMERINTAH SETEMPAT. .Jika RT, RW dan Lurah ternyata sudah tanda tangan, Anda harus mau berjuang dengan membentuk kelompok yang anggotanya adalah mereka yang tidak setuju dengan pembangunan BTS tersebut. Buat surat keberatan ke camat, walikota dengan tembusan ke Lurah tempat Anda tinggal. Semua surat keberatan mesti ditandatangani diatas meterai. Anda harus yakin bahwa pemerintah daerah tengah berubah lebih baik. Prosesnya menciptakan dua kubu ” Good Guys and Bad Guys ”. Pastikan laporan Anda dibaca oleh kelompok Good Guys untuk menahan aksi kelompok Bad Guys melakukan kolusi dan perbuatan merugikan lainnya.

  1. BUAT SURAT KEBERATAN KEPADA OPERATOR. Surat keberatan Anda ke pemerintah setempat harus juga ditembuskan ke operator telepon selular. Ini penting untuk memperingatkan operator bahwa ada keberatan di kalangan warga. Anda dan teman teman harus terus menerus memberikan update kepada mereka. Namun waspadai perilaku mereka yang biasanya berbuat seada upaya agar BTS itu berdiri karena ini bisnis yang menghasilkan keuntungan milyaran setahun. Seorang teman yang bekerja di operator telepon seular pernah mengatakan ” biaya pembangunan BTS lengkap dengan bayaran kontraknya termasuk biaya kompensasi dan uang terima kasih kepada aparat HANYA SETARA DENGAN DUA MENIT PEMBICARAAN ”

  1. WASPADAI PENGHIANAT DISEKITAR ANDA. Dalam perjalanan perjuangan Anda dan rekan rekan, selalu saja ada orang orang yang dilingkungan Anda yang kelihatannya manis dan mendukung Anda, tetapi belakangan mereka atau dia – dan biasanya punya hubungan dekat dengan RT, RW atau Lurah – menikam Anda dari belakang. Mereka memihak pemilik karena mengharapkan imbalan uang. Kejadian ini kami alami dan kami terperosok setelah yang bersangkutan menyatakan bahwa status bangunan tempat akan didirikan BTS itu bermasalah karena status tanahnya adalah tanah wakaf. Yang bersangkutan bahkan bisa bersaksi namun belakangan ia justru menjadi corong pemilik dan bertindak sebagai broker untuk mempengaruhi bahkan mengintimidasi warga yang menolak agar setuju dengan kompensasi yang diajukan pemilik.

  1. GUNAKAN SEMUA SALURAN KOMUNIKASI MEDIA MASYARAKAT. Anda harus menggandeng media untuk menyuarakan perjuangan Anda. Peran pemberitaan media yang kami alami sangat efektif hingga kelompok Good Guys dalam pemerintahan mendapatkan dukungan dalam memperjuangkan terbentuknya ”Good Governance” serta menahan aksi Bad Guys paling tidak untuk sementara. Pastikan Anda memperoleh dukungan dari rekan rekan media. Anda juga bisa menulis keberatan Anda langsung ke situs pemerintah daerah tempat Anda tinggal. Ini penting untuk melengkapi perjuangan Anda. Anda bisa juga menginformasikan kejadian ini pada milis milis yang ada di internet. Namun sekali lagi, Anda harus jujur dan tidak mengada-ada.

  1. JANGAN PAKSA MEDIA. Media bukan milik Anda. namun pastikan rekan rekan media memantau perkembangan tanpa memberitakannya di media mereka dan memberikan informasi kepada Anda. Sebaliknya Anda juga memberikan perkembangan dilapangan secara jujur dan tidak ditambah tambahkan. Berikan data data tertulis termasuk surat pengaduan kepada berbagai pihak. Untuk diperhatikan. Media hanya memberitakan yang layak ditayangkan atau ditulis sesuai perintah Pemimpin Redaksi. Jadi penting bagi Anda untuk mempunyai hubungan dengan Pemimpin Redaksi. Media pasti akan memberitakan jika ada kejanggalan prosedural atau pejabat yang nakal. Media juga paham posisi dirinya sebagai penyambung lidah masyarakat sekaligus social control. Jadi tanpa ada minta, jika Anda laporkan perkembangan yang terjadi berkenaan dengan BTS , media PASTI akan memberitakannya.

  1. GUNAKAN SITUS INI UNTUK MENGINFORMASIKAN KEPADA MASYARAKAT APA SAJA YANG SUDAH ADA LAKUKAN. KIRIMKAN ATURAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH MENGENAI TATA CARA PENDIRIAN BTS UNTUK DISHARE KEPADA REKAN REKAN KITA YANG MUNGKIN SEDANG BERJUANG MENOLAK BTS.

AWAS, LINGKUNGAN ANDA RAWAN PEMBANGUNAN BTS APABILA :

Juli 29, 2008
  1. TINGGAL DIPERKAMPUNGAN PADAT.Anda tinggal di perkampungan padat penduduk. Jarang sekali ada menara BTS yang dibangun di kompleks perumahan mewah atau komplek tentara atau polisi ( Coba kalau mereka berani, ingin tahu.. )

  1. ADA BANGUNAN BERTINGAT TIGA ATAU LEBIH.Di kampung Anda yang padat penduduk itu berdiri bangunan bertingkat, entah itu pertokoan atau bangunan biasa. Operator telepon, kontraktor dan pemborongnya ” ngiler” melihat gedung bertingkat yang PASTINYA DIMILIKI oleh tokoh masyarakat atau orang berpunya. Kelompok ini punya pengaruh yang besar di lingkungan Anda yang sebagian besar adalah mereka yang mempunyai kemampuan ekonomi menengah kebawah. Tokoh masyarakat dan pemilik yang punya pengaruh ini akan akan ”mengajak” aparat pemerintah setempat RT, RW dan Lurah untuk mendukung dengan janji janji tertentu. Anda yang menolak akan ” mati sendiri” karena mereka dengan segala upaya mempengaruhi warga dan tetangga Anda yang tadinya menolak. Tapi jika dan kelompok Anda tegar   dalam mengadukan persoalan Anda  ke aparat pemerintahan yang lebih tinggi biasanya mereka gentar apalagi  jika persoalan Anda sudah diexpose  media.

  1. ADA MASJID, GEREJA DENGAN MENARA ATAU ATAP TINGGI ATAU ADA BANGUNAN MILIK YAYASAN KEAGAMAAN. Lihat sekitar Anda, apakah ada menara masjid atau gereja atau rumah ibadah bertingkat tinggi. Para operator telepon melihat bangunan ibadah ini sebagai sasaran empuk karena sewanya jauh lebih murah. Bandingkan untuk perkantoran komersial, mereka harus bayar 20 sampai 35 juta sebulan. Namun untuk masjid, gereja dan yayasan keagamaan yang memang sangat membutuhkan dana segar mereka bisa menyewanya dengan harga 20 sampai 30 juta SETAHUN. Untungkan ? Mereka bisa memperdaya para pemuka agama untuk menerima uang panjer yang nilainya bisa sampai 100 jutaan. Melalui mereka, warga diharapkan ”sungkan” jika menolak memberikan tanda tangan. Jika menolak, mereka menuduh kita tidak agamis. BTS yang didirikan di lingkungan kami dan kami tolak, berdiri dibangunan tingkat tiga yang kata pemilik akan dipergunakan sebagai pesantren dan letaknya bersebelahan dengan masjid. Namun Demi Allah, bukan maksud kami menghalangi kegiatan pesantren. Penolakan kami hanya disebabkan karena bangunan tidak layak hingga kami takut jika menara atau antena itu roboh.

PENANTIAN KAMI KINI

Juli 29, 2008

Kami paham bahwa media bukanlah milik warga yang bisa terus menerus memberikan perkembangan kasus BTS di Jalan. Sungai Bambu no.5 Rt.07/08. Media mempunyai kepentingan yang lebih banyak untuk menurunkan berita yang layak kepada pembacanya. Kami maklum tentang itu karena teman teman media mengatakan jika menara itu jadi dibangun baru mereka akan bertindak.

Ditengah perasaan maklum itu dan ditengah jaminan Pak RT bahwa tidak akan ada pembangunan BTS dilingkungannya jika tidak ada izin, warga terus menerus resah. Saya diberitahu oleh teman yang tahu benar seluk beluk BTS bahwa IZIN PEMBANGUNAN MENARA ITU BISA MENYUSUL. Ini sesuai benar dengan kenyataan dilapangan karena tentu saja Telkomsel berani menaruh semua peralatan antenna untuk siap dibangun KARENA MEREKA YAKIN IZIN AKAN TURUN.

Pertanyaan yang kini mengelayuti kemi, apakah Pemda DKI akan mengeluarkan izin padahal jelas jelas berbagai pejabat di media pekabaran menegaskan TIDAK ADA IZIN BARU PEMBANGUNAN BTS karena PEMDA DKI TENGAH MENYIAPKAN MENARA BARU.

Jika izin diberikan, apakah ini disebabkan karena kontraktor, Nokia Siemens dan Telkomsel melihat ada celah dengan menggunakan alasan YANG DIBANGUN BUKAN MENARA TETAPI ANTENA. Jadi dalam hal ini Pemda DKI tidak bisa berbuat apapun.

Pertanyaan kami yang kedua adalah jika izin itu keluar MUNGKINKAH INI KARENA HASIL PERTARUNGAN GOOD GUYS antara BAD GUYS akhirnya dalam kasus kami dimenangkan oleh BAD GUYS yang rupanya punya pengaruh dan jaringan yang kuat di lingkungan Pemda DKI hingga akhirnya izin itu akhirnya keluar.

Inilah pertanyaan yang sekarang ini kami inginkan jawabannya. Bantuan dari teman teman yang membaca situs ini sangat diperlukan agar KEBENARAN TETAP DITEGAKKAN karena BANYAK WARGA DISELURUH INDONESIA YANG MENGALAMI NASIB YANG SAMA DENGAN KAMI.


MEMINTA BANTUAN MEDIA

Juli 29, 2008

Memperjuangkan hak hidup yang terancam akibat pembangunan BTS, kami tidak bisa bekerja sendirian.

Memang benar, kami telah mengirimkan surat keberatan kepada pihak pemerintah kota Jakarta Utara, Kecamatan Tanjung Priok serta Lurah Sungai Bambu. Namun birokrasi sedemikian rumitnya, hingga surat itu tidak mendapat tanggapan yang serius. Bahkan Sekertaris Camat Tanjung Priok selalu mengembalikan penyelesaian masalah ini kepada Lurah Sungai Bambu. Secara prosedur sikap itu tidak salah. Bagaimanapun atasan harus menyerahkan masalah ini kepada bawahannya.

Namun sang bawahan, yakni lurah Sungai Bambu, justru menyerahkan segenap permasalahan soal rencana pembangunan BTS itu ditingkat bawah. Artinya warga diminta menyelesaikan masalahnya sendiri seraya mengatakan dia sudah kerepotan dengan tugas tugasnya. Jadilah kami kehilangan pegangan. RW tidak mau tandatangan dan meminta saya untuk mencari format surat yang benar di buku surat menyurat SMEA dan lepas tangan. Kini Lurahpun berbuat sama.

Akhirnya, karena kehilangan pegangan dan kontak mediasi, warga mengadukannya ke media. Kebetulan karena profesi saya adalah pemimpin redaksi SMARTFM NETWORK saya mempunyai banyak kenalan di media. Sebelumnya saya tidak ingin menggunakan profesi saya namun karena terpaksa akhirnya kewenangan itu saya pergunakan. Keputusan saya ini didasarkan pada keyakinan bahwa KAMI BERADA DIJALAN YANG BENAR.

Dan alhamdulliah, berkat teman teman dari Poskota dan juga media media lain, kasus kami terangkat ke media. Dari pemberitaan itu, terungkap bahwa TIDAK ADA IZIN UNTUK BTS YANG BARU. Segenap aparat walikota Jakarta Utara berjanji akan melakukan pembongkaran apabila menara atau antena itu didirikan karena tidak mendapat izin.


”GOOD GUYS VS “BAD GUYS ” DI PEMDA DKI

Juli 29, 2008

Menyimak penjelasan pemilik yang saudaranya memang punya koneksi kuat di kelurahan, kecamatan dan walikota, barulah saya menyadari bahwa tengah ada pertarungan di lingkungan Pemda DKI termasuk ditingkat walikota antara The Good Guys dan The Bad Guys. Ada pejabat yang ketika saya minta bantuan langsung menyatakan bantuan dan bersikap proaktif. Sebaliknya ada pejabat yang berkali kali dihubungi tidak memberikan jawaban. Bahkan rekan wartawan yang berusaha meminta konfirmasi namun pejabat yang bersangkutan tutup mulut.

Sinyalemen itu diperkuat oleh keterangan seorang teman yang tahu betul perubahan yang saat ini terjadi di Pemda DKI. Yang Lurus melawan Yang Korup. Yang korup kata sang teman tadi – mohon Pemda DKI dan jajaran menanggapinya – selalu punya pintu darurat untuk menghindar ketika ada warga yang protes atau wartawan yang minta konfirmasi tentang masalah warga yang menyangkut kedinasan yang dia pimpin.

Kelompok Bad Guys ini juga punya orang orang khusus yang menurut istilah teman saya tadi mempunyai tugas “ menenggelamkan berita”. Mereka tahu siapa saja kalangan media yang bisa “ dibayar” untuk tidak memberitakan kasus yang menimpa departemen atau dinasnya.

Teman saya mengatakan jalan terus karena pengaduan yang warga sampaikan bukanlah mengada ada. Jadilah saya melaporkan kepada Kepala Dinas P2B Pemda DKI Jakarta, Bapak. Hari Sasongko sebagai SATU SATUNYA HARAPAN WARGA AGAR IZIN ITU TIDAK DITURUNKAN.


”JANJI MANIS ”TELKOMSEL

Juli 29, 2008

Ketika menyadari bahwa saya ditipu oleh oknum Nokia Siemens , Umri dan Riri, saya diterima oleh Manajer Proyek Jabotabek Telkomsel, Muhammad Tony. Dia mengatakan bahwa Telkomsel dalam membangun BTS ibarat orang beli TV. Nokia Siemens adalah pihak yang mencarikan TV yang kemudian memerintahkan kontraktornya untuk mencari TV dengan spesifikasi yang diminta Telkomsel.

Jadi kata Tony, Telkomsel tidak akan menandatangani apapun jika masalah dibawah belum beres. Bahkan didepan saya, dia menggambarkan istilah radius dan soal perizinan. Dia akhirnya menjamin akan ada mediasi dan mempertemukan saya dengan pihak Nokia-Siemens dan kontraktornya. Dia juga menerima surat keberatan warga untuk yang kedua kalinya.

Namun janji itu tinggal janji. Seperti halnya Riri dan Samsir yang susah dihubungi, yang bersangkutan juga menolak dihubungi dan minta komunikasi dilakukan lewat SMS.

Dia mengirimkan SMS yang nadanya juga sama dengan SMS dari Yolanda yang mengatakan telah terjadi beberapa kali pertemuan namun saya tidak datang, ketika da pertemuan diam saja. SMS itu jelas fitnah karena tidak pernah sekalipun ada undangan kepada warga. Lurah Sungai Bambupun menyatakan tidak pernah ada pertemuan semacam itu.

Waktu berjalan terus. Komunikasi saya dengan Muhammad Tony terputus seiring dengan provokasi pemilik yang melakukan pengecoran pada bangunan untuk persiapan. Saya melaporkan aktivitas itu kepada Asisten Sarana Perkotaan Pemkot Jakarta Utara, Heru Budi Hartono. Beliau kemudian bertindak pro aktif secara mengatakan bahwa BTS itu ILLEGAL

Muhammad Tony baru menghubungi saya dan marah marah dengan memaki saya sebagai KURANG AJAR mempergunakan profesi saya sebagai wartawan karena melaporkan kasus ini kepada Dirut Telkomsel Bapak Kiskenda melalui SMS atas saran rekan rekan pers yang juga memberi nomor HP. SMS itu saya juga CC kesejumlah pejabat tinggi pemerintah, DPR, DPRD serta teman teman media. Belakangan dia menelepon saya kembali meminta maaf atas kata kata kasarnya. Dia mengatakan sekarang pembangunan BTS itu akan tergantung dari keputusan direksi. ” Apalah saya ini. Saya Cuma orang kecil ” sambungnya dengan nada sinis. DIA TIDAK TAHU BAHWA SAYA MEREKAM SEMUA PEMBICARAAN TERSEBUT YANG SUATU SAAT AKAN SAYA PERGUNAKAN UNTUK MEMBONGKAR PERLAKU ”ASAL BAPAK SENANG”.

SMS ke Dirut Telkomsel itu TERPAKSA SAYA LAKUKAN karena bawahannya jalan terus meskipun pembangunan BTS itu jelas jelas tidak ada izin. Ini juga merupakan buntut ketegangan warga dengan pemilik. Pada hari Selasa, 23 Juli, seluruh perlengkapan antena datang ke lokasi. Keributan terjadi antara warga dan pemilik. Warga mengatakan langkah ini sebagai upaya provokasi pemilik, kontraktor, Nokia Siemens dan Telkomsel kepada warga. Pemilik mengatakan dia sudah ” teken” kontrak hingga barang barang tersebut harus diamankan supaya tidak dicuri.

Pak RT kemudian menengahi dengan mengatakan tanpa izin dari pemerintah, pemilik harus menjamin tidak ada pembangunan sedikitpun. Pemilik mengatakan izin sedang dibuat. Ini yang membuat warga bingun. Informasi rekan rekan media yang nge pos di Walikota Jakarta Utara mengatakan Asisten Sarana Perkotaan dan Dinas P2B tidak akan memberi izin. Namun pemilik mengatakan izin sedang diurus karena yang dibangun bukan menara tetapi antena. Warga mencium ada usaha ”main belakang” karena pemilik yang bersilaturahmi kepada saya mengatakan kenal dekat orang walikota yang bisa memberi izin.