”JANJI MANIS ”TELKOMSEL

Ketika menyadari bahwa saya ditipu oleh oknum Nokia Siemens , Umri dan Riri, saya diterima oleh Manajer Proyek Jabotabek Telkomsel, Muhammad Tony. Dia mengatakan bahwa Telkomsel dalam membangun BTS ibarat orang beli TV. Nokia Siemens adalah pihak yang mencarikan TV yang kemudian memerintahkan kontraktornya untuk mencari TV dengan spesifikasi yang diminta Telkomsel.

Jadi kata Tony, Telkomsel tidak akan menandatangani apapun jika masalah dibawah belum beres. Bahkan didepan saya, dia menggambarkan istilah radius dan soal perizinan. Dia akhirnya menjamin akan ada mediasi dan mempertemukan saya dengan pihak Nokia-Siemens dan kontraktornya. Dia juga menerima surat keberatan warga untuk yang kedua kalinya.

Namun janji itu tinggal janji. Seperti halnya Riri dan Samsir yang susah dihubungi, yang bersangkutan juga menolak dihubungi dan minta komunikasi dilakukan lewat SMS.

Dia mengirimkan SMS yang nadanya juga sama dengan SMS dari Yolanda yang mengatakan telah terjadi beberapa kali pertemuan namun saya tidak datang, ketika da pertemuan diam saja. SMS itu jelas fitnah karena tidak pernah sekalipun ada undangan kepada warga. Lurah Sungai Bambupun menyatakan tidak pernah ada pertemuan semacam itu.

Waktu berjalan terus. Komunikasi saya dengan Muhammad Tony terputus seiring dengan provokasi pemilik yang melakukan pengecoran pada bangunan untuk persiapan. Saya melaporkan aktivitas itu kepada Asisten Sarana Perkotaan Pemkot Jakarta Utara, Heru Budi Hartono. Beliau kemudian bertindak pro aktif secara mengatakan bahwa BTS itu ILLEGAL

Muhammad Tony baru menghubungi saya dan marah marah dengan memaki saya sebagai KURANG AJAR mempergunakan profesi saya sebagai wartawan karena melaporkan kasus ini kepada Dirut Telkomsel Bapak Kiskenda melalui SMS atas saran rekan rekan pers yang juga memberi nomor HP. SMS itu saya juga CC kesejumlah pejabat tinggi pemerintah, DPR, DPRD serta teman teman media. Belakangan dia menelepon saya kembali meminta maaf atas kata kata kasarnya. Dia mengatakan sekarang pembangunan BTS itu akan tergantung dari keputusan direksi. ” Apalah saya ini. Saya Cuma orang kecil ” sambungnya dengan nada sinis. DIA TIDAK TAHU BAHWA SAYA MEREKAM SEMUA PEMBICARAAN TERSEBUT YANG SUATU SAAT AKAN SAYA PERGUNAKAN UNTUK MEMBONGKAR PERLAKU ”ASAL BAPAK SENANG”.

SMS ke Dirut Telkomsel itu TERPAKSA SAYA LAKUKAN karena bawahannya jalan terus meskipun pembangunan BTS itu jelas jelas tidak ada izin. Ini juga merupakan buntut ketegangan warga dengan pemilik. Pada hari Selasa, 23 Juli, seluruh perlengkapan antena datang ke lokasi. Keributan terjadi antara warga dan pemilik. Warga mengatakan langkah ini sebagai upaya provokasi pemilik, kontraktor, Nokia Siemens dan Telkomsel kepada warga. Pemilik mengatakan dia sudah ” teken” kontrak hingga barang barang tersebut harus diamankan supaya tidak dicuri.

Pak RT kemudian menengahi dengan mengatakan tanpa izin dari pemerintah, pemilik harus menjamin tidak ada pembangunan sedikitpun. Pemilik mengatakan izin sedang dibuat. Ini yang membuat warga bingun. Informasi rekan rekan media yang nge pos di Walikota Jakarta Utara mengatakan Asisten Sarana Perkotaan dan Dinas P2B tidak akan memberi izin. Namun pemilik mengatakan izin sedang diurus karena yang dibangun bukan menara tetapi antena. Warga mencium ada usaha ”main belakang” karena pemilik yang bersilaturahmi kepada saya mengatakan kenal dekat orang walikota yang bisa memberi izin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: