AWAS, LINGKUNGAN ANDA RAWAN PEMBANGUNAN BTS APABILA :

  1. TINGGAL DIPERKAMPUNGAN PADAT.Anda tinggal di perkampungan padat penduduk. Jarang sekali ada menara BTS yang dibangun di kompleks perumahan mewah atau komplek tentara atau polisi ( Coba kalau mereka berani, ingin tahu.. )

  1. ADA BANGUNAN BERTINGAT TIGA ATAU LEBIH.Di kampung Anda yang padat penduduk itu berdiri bangunan bertingkat, entah itu pertokoan atau bangunan biasa. Operator telepon, kontraktor dan pemborongnya ” ngiler” melihat gedung bertingkat yang PASTINYA DIMILIKI oleh tokoh masyarakat atau orang berpunya. Kelompok ini punya pengaruh yang besar di lingkungan Anda yang sebagian besar adalah mereka yang mempunyai kemampuan ekonomi menengah kebawah. Tokoh masyarakat dan pemilik yang punya pengaruh ini akan akan ”mengajak” aparat pemerintah setempat RT, RW dan Lurah untuk mendukung dengan janji janji tertentu. Anda yang menolak akan ” mati sendiri” karena mereka dengan segala upaya mempengaruhi warga dan tetangga Anda yang tadinya menolak. Tapi jika dan kelompok Anda tegar   dalam mengadukan persoalan Anda  ke aparat pemerintahan yang lebih tinggi biasanya mereka gentar apalagi  jika persoalan Anda sudah diexpose  media.

  1. ADA MASJID, GEREJA DENGAN MENARA ATAU ATAP TINGGI ATAU ADA BANGUNAN MILIK YAYASAN KEAGAMAAN. Lihat sekitar Anda, apakah ada menara masjid atau gereja atau rumah ibadah bertingkat tinggi. Para operator telepon melihat bangunan ibadah ini sebagai sasaran empuk karena sewanya jauh lebih murah. Bandingkan untuk perkantoran komersial, mereka harus bayar 20 sampai 35 juta sebulan. Namun untuk masjid, gereja dan yayasan keagamaan yang memang sangat membutuhkan dana segar mereka bisa menyewanya dengan harga 20 sampai 30 juta SETAHUN. Untungkan ? Mereka bisa memperdaya para pemuka agama untuk menerima uang panjer yang nilainya bisa sampai 100 jutaan. Melalui mereka, warga diharapkan ”sungkan” jika menolak memberikan tanda tangan. Jika menolak, mereka menuduh kita tidak agamis. BTS yang didirikan di lingkungan kami dan kami tolak, berdiri dibangunan tingkat tiga yang kata pemilik akan dipergunakan sebagai pesantren dan letaknya bersebelahan dengan masjid. Namun Demi Allah, bukan maksud kami menghalangi kegiatan pesantren. Penolakan kami hanya disebabkan karena bangunan tidak layak hingga kami takut jika menara atau antena itu roboh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: